jump to navigation

Lemah VS Kuat April 18, 2008

Posted by taufikassabil in Motivasi.
trackback

Pada suatu hari, ada seekor kura-kura yang sedang berjalan. Ketika sedang tenang berjalan, datanglah seekor kelinci.

“Mau kemana kamu kura-kura ?” Tanya kelinci.

“Aku mau ke kolam di ujung hutan,” jawab kura-kura.

“Kamu serius kura-kura ? Itu kan jauh.” Si kancil terkejut.

“Lebih baik kamu batalkan saja niatmu, jalanmu lambat begitu. Kalau kamu bisa bergerak cepat sepertiku sih tidak masalah, tapi kalau kondisimu seperti itu…. sudah pulang saja sana !”

Mendengar pernyataan kelinci, kura-kura tidak terima, “Aku tahu apa yang aku lakukan. Kalau kamu tidak percaya, ayo kita adu balap !”

Kancil tertawa mendengar perkataan kura-kura. “Ya sudah, ayo kita adu balap. Tapi jangan nangis ya kalau kalah.” Jawab kancil sambil tertawa.

Akhirnya balapan dimulai. Kancil dengan santainya berlari meninggalkan kura-kura.

“Dasar kura-kura aneh, sudah tau bakal kalah, masih nantang juga,” gumam kancil

Setelah dirasa cukup jauh meninggalkan kura-kura, si kancil berhenti sejenak untuk beristirahat di bawah pohon rindang yang tidak jauh dari tempatnya berhenti. Suasana yang tenang, angin yang berhembus perlahan membuat si kancil tertidur pulas.

Bagaimana dengan kura-kura ? Dia sadar bahwa dia akan kalah dari kancil. Namun dia tidak ingin menyerah begitu saja. Perlahan-lahan namun pasti dia terus berjalan. Akhirnya dia melihat si kancil yang tengah pulas tertidur di bawah pohon. Kura-kura tersenyum seraya bergumam, “Siapa bilang kura-kura tidak bisa menyusul kancil ?”

Kura-kura terus berjalan dengan semangat. Akhirnya setelah melalui perjalanan yang cukup panjang kura-kura berhasil sampai tujuan pada posisi pertama. Si kancil yang tengah pulas tertidur tiba-tiba terbangun setelah mendengar suara burung-burung yang kembali ke sarangnya.

“Waduh gawat, aku ketiduran… aku harus segera ke danau itu … bisa-bisa aku kalah sama kura-kura.” Akhirnya si kancil berlari sekencang-kencangnya untuk mengejar kura-kura. Ketika sampai di tujuan si kancil kaget ketika melihat kura-kura sudah menunggunya.

“Aku tidak terima !” teriak kancil dengan kesal.

“Aku tadi tertidur sehingga aku terlambat sampai sini.” ujarnya

“Aku ingin pertandingan ini di ulangi sekali lagi”

Kura-kura tersenyum mendengar perkataan kancil.

“Teruslah kau marah. Seberapa hebat pun marahmu toh tetap saja, aku yang juara,” kata kura-kura dengan tenang sambil berlalu meninggalkan kancil yang tengah menyesali kekalahannya.

“Baiklah aku terima tantanganmu untuk mengulangi pertandingan ini” tambah kancil.

Beberapa hari kemudian diadakan pertandingan ulang. Kali ini kancil bertekad dalam hati untuk tidak mengulangi kembali kesalahannya tempo hari. Pertandingan di mulai dan kancil berlari meninggalkan kura-kura. Sesuai dengan tekadnya, kancil tidak mempedulikan teriknya matahari dan nikmatnya berteduh di bawah pohon. Walhasil, dia berhasil sampai di finish terlebih dahulu jauh meninggalkan kura-kura.

Ketika kura-kura mencapai finish, kancil berkata “Kau lihat kan kura-kura, aku bisa sampai sini lebih dahulu dari pada kamu.”

“Itu wajar kan ?” kata kura-kura.

“Kau seharusnya bisa menjadi juara tempo hari, seandainya engkau tidak terlalu sombong dengan kemampuanmu.” lanjut kura-kura.

“Baiklah aku mengaku salah. Seharusnya aku tidak meremehkanmu hanya karena kamu lambat. Aku terlalu percaya bahwa aku akan menang dengan mudah sehingga aku menghabiskan waktuku untuk beristirahat di bawah pohon. Ternyata aku tertidur pulas dan tidak sadar bahwa kamu sudah melewatiku.” ujar kancil

<<——————————–END——————————>>

Cerita di atas mungkin menggambarkan bagian mental kita sebagai manusia. Kita sebagai manusia tentunya memiliki kelebihan dan kekurangan oleh Alloh SWT. Kelebihan yang kita miliki mungkin tidak dimiliki oleh orang lain.

Terkadang seseorang merasa dirinya lebih mampu dibandingkan orang lain, sehingga dia terlena. Dia selalu berpikir bahwa dirinya memiliki kelebihan yang tidak dimiliki orang lain. Tidak mungkin orang lain akan melebihinya. Sifat seperti ini sangat berbahaya karena akan mematikan perkembangan potensi yang kita miliki. Kita terpaku pada kondisi kita saat ini, merasa tidak perlu untuk belajar karena sudah memiliki ilmu tersebut.

Lain halnya dengan orang yang tidak memiliki kelebihan tersebut. Dia sadar bahwa dirinya tidak memiliki kelebihan, akhirnya dia berusaha keras untuk bisa memilikinya. Meskipun harus dengan usaha yang sangat keras, perjuangan yang melelahkan, dan pengorbanan yang besar, dia akan tetap berusaha untuk mengejar. Dia memaksimalkan seluruh potensi yang dimilikinya untuk mengejar tujuan tersebut. Akhirnya karena usaha kerasnya dia dapat melampaui orang yang sudah memiliki kelebihan tersebut.

Sebenarnya tidak ada yang tidak mungkin bagi seseorang untuk melakukan sesuatu. Bukan tidak mungkin seorang yang miskin bisa menyekolahkan anaknya hingga ke perguruan tinggi. Bukan tidak mungkin seorang yang terkenal pintar bisa dikalahkan oleh orang yang biasa-biasa. Semua itu tergantung kita memanfaatkan potensi yang kita miliki.

Jika kita menyia-nyiakan potensi yang kita miliki, maka jangan heran jika ada orang lain yang akan melewati kita padahal orang itu berada di bawah kita.

Komentar»

No comments yet — be the first.

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.